akarta - Kerusakan gempa di Padang, Sumatera Barat, jauh lebih parah dibandingkan gempa yang pernah mengguncang Yogyakarta. Departemen Kesehatan menganggarkan puluhan miliar rupiah untuk bantuan.
"Gempa di Padang kerusakannya lebih parah dibanding gempa Yogya tapi masih di bawah tsunami Aceh. Jumlah korban mungkin bisa mirip Yogya tapi belum bisa kita hitung. Kita sudah anggarkan puluhan miliar untuk bantuan," kata Menkes Siti Fadilah Supari sebelum bertolak ke Padang dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2009).
Siti Fadilah menjelaskan bantuan tersebut akan berupa obat-obatan dan fasilitas rumah sakit darurat. Depkes juga akan membuat crisis center di titik-titik pusat kerusakan gempa.
"Peralatan medis di Padang lumayan masih bisa digunakan. Karena Padang adalah salah satu tepat krisis gempa untuk area Sumatra, jadi masih lengkap," katanya.
Siti Fadilah menyatakan, Depkes telah mengirim lebih dari 100 orang tenaga medis ke Padang. "Nanti sore ada tambahan lagi dari Makassar," katanya.
(nal/nrl)
Gempa Bumi Gempa Bumi Gempa Bumi
06.19, Posted by Richan Ade Fadli, No Comment
Gempa bumi kembali mengguncang Jawa Barat Sebanyak 3.586 unit rumah penduduk di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat rusak berat dan ringan akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR). Kondisi terparah akibat gempa bumi dialami kabupaten Cianjur , Tasikmalaya dan Pangalengan
Lembaga amil zakat Al Azhar peduli Ummat telah menerjunkan tim untuk membantu korban gempa bumi di wilayah gempa bumi teparah Tasikmalaya. Anda dapat berpartisipasi di no rek BCA seperti tercantum pada banner disamping kanan. Bantuan yan masih sangat terbatas di wilayah Tasikmalaya menjadi sasaran tim Al Azhar
Data gempa bumi jawa barat menurut BNKP sampai Kamis 3 September 2009 pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan data kerusakan rumah akibat gempa yang menimpa pemukiman penduduk. Di Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 1.656 unit rumah roboh/rusak berat dan 2.594 unit rumah rusak ringan. Selain itu, 39 unit sekolah, 106 unit tempat ibadah dan 2 unit bangunan lainnya juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Cilacap , tercatat rumah rusak sebanyak 504 unit roboh/rusak berat dan 739 unit rusak ringan. Selain itu 3 unit sekolah, 3 unit tempat ibadah, 4 kantor, 4 buah pasar serta 4 unit fasilitas umum lainnya juga rusak.
Secara keseluruhan, tercatat total rumah roboh/rusak berat sebanyak 10.695 unit, dan rusak ringan 13.157 unit. Selain rumah, data kerusakan juga meliputi 367 unit sekolah, 353 unit tempat ibadah, dan 30 unit kantor. Data ini mencakup 10 kab/kota di Jawa Barat (Kab. Cianjur, Garut, Sukambumi, Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Bogor, Kuningan, Ciamis dan Kota Banjir) serta Kab. Cilacap di Jawa Tengah.
Sementara itu data sementara jumlah pengungsi yang tercatat di Pusdalops BNPB sebanyak 3.118 jiwa, dengan rincian: Tasikmalaya (450 jiwa), Kab. Kuningan (180 jiwa), Kab. Ciamis (100 jiwa) dan Kab. Cilacap (2.388 jiwa). Sehingga berjumlah 3.118 jiwa.
Selain mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan pemerintah serta fasilitas umum, gempa bumi berkekuatan hebat itu juga mengakibatkan korban meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang diterima Satkorlak PBA Jawa Barat hingga pukul 21.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 23 orang yang tersebar di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Lembaga amil zakat Al Azhar peduli Ummat telah menerjunkan tim untuk membantu korban gempa bumi di wilayah gempa bumi teparah Tasikmalaya. Anda dapat berpartisipasi di no rek BCA seperti tercantum pada banner disamping kanan. Bantuan yan masih sangat terbatas di wilayah Tasikmalaya menjadi sasaran tim Al Azhar
Data gempa bumi jawa barat menurut BNKP sampai Kamis 3 September 2009 pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan data kerusakan rumah akibat gempa yang menimpa pemukiman penduduk. Di Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 1.656 unit rumah roboh/rusak berat dan 2.594 unit rumah rusak ringan. Selain itu, 39 unit sekolah, 106 unit tempat ibadah dan 2 unit bangunan lainnya juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Cilacap , tercatat rumah rusak sebanyak 504 unit roboh/rusak berat dan 739 unit rusak ringan. Selain itu 3 unit sekolah, 3 unit tempat ibadah, 4 kantor, 4 buah pasar serta 4 unit fasilitas umum lainnya juga rusak.
Secara keseluruhan, tercatat total rumah roboh/rusak berat sebanyak 10.695 unit, dan rusak ringan 13.157 unit. Selain rumah, data kerusakan juga meliputi 367 unit sekolah, 353 unit tempat ibadah, dan 30 unit kantor. Data ini mencakup 10 kab/kota di Jawa Barat (Kab. Cianjur, Garut, Sukambumi, Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Bogor, Kuningan, Ciamis dan Kota Banjir) serta Kab. Cilacap di Jawa Tengah.
Sementara itu data sementara jumlah pengungsi yang tercatat di Pusdalops BNPB sebanyak 3.118 jiwa, dengan rincian: Tasikmalaya (450 jiwa), Kab. Kuningan (180 jiwa), Kab. Ciamis (100 jiwa) dan Kab. Cilacap (2.388 jiwa). Sehingga berjumlah 3.118 jiwa.
Selain mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan pemerintah serta fasilitas umum, gempa bumi berkekuatan hebat itu juga mengakibatkan korban meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang diterima Satkorlak PBA Jawa Barat hingga pukul 21.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 23 orang yang tersebar di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.